Pages

Senin, 08 Juni 2015

Ujian;La Tahzan, Allah yang Menguatkan

La Tahzan, Allah yang menguatkan
Ujian yang tengah kau hadapi belum ada apa-apanya dibandingkan ujian yang Rasulullah terima.
Ujian yang kau rasa berat, hanyalah sepersekian dari beratnya ujian yang Rasulullah alami.
Ujian yang datang bertubi-tubi belum sampai membuatmu lemah hingga tak berdaya.
Ingatkah, Rasulullah sampai berdarah-darah ketika diuji.
Namun, Rasulullah tak pernah menyerah bahkan tak ada niatan untuk berhenti.

Harusnya kau malu akan semua keluhanmu
Kepalamu masih kuat kau dongakkan sedangkan Rasulullah nyawanya yang terancam.
Lelahmu hanyalah bagian terkecil dari perjalanan Rasulullah.
Peluhmu hanyalah setetes dari keringat yang mengucur deras dari tubuh Rasulullah
Tangis mengibamu karena beratnya ujian jauh tak ada nilainya dengan tangis Rasulullah untuk umatnya bukan untuk dirinya semata
Semangatmu naik turun, padahal lingkungan dan orang-orang disekelilingmu peduli dan aman bagimu
Semangat Rasulullah senantiasa menggelora meski lingkungannya mencekam
dengan orang-orang yang tak pernah berhenti membencinya dengan keyakinan lillahi ta’ala

Tak ada kata lelah, karena semua itu Lillah
Tak ada kata mengeluh, karena itu semua amanah yang harus ditempuh
Tak ada kata menyerah hingga nafas tak lagi sanggup kau hela
Tak ada kata berhenti hingga Allah yang menghentikan
Tak ada kata “cukup sampai disini”, tetapi “harus sampai disana”
Tak ada kata istirahat, karena istirahat seorang Muslim adalah ketika kakinya telah menginjakkan di pelataran Surga bersama dengan Allah dan kekasihNya.
Masihkah akan mengatakan “ujian ini berat”, “cukup”, “aku berhenti” (?)
Do the best and let Allah gives the rest
La Tahzan, Allah yang menguatkan. Allah telah menyiapkan pundak yang kuat, hati yang lapang, dan kaki yang kokoh untukmu berjalan.
Surakarta, 7 Juni 2015
(yang datang hanyalah ujian tulis, presentasi, tugas akhir belum sampai batu, pedang, bahkan kotoran. Harusnya malu)

0 komentar:

Posting Komentar