Pages

Sabtu, 14 Februari 2015

Menjadi Cahaya



Menjadi Cahaya
Jika engkau merasa bahwa segala yang di sekitarmu gelap dan pekat,
Tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah
untuk menjadi cahaya bagi mereka?
berhentilah mengeluhkan kegelapan itu
sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan,
maka berkilaulah!–Salim A.Fillah

Sering kita mengeluhkan akan keadaan saat ini.
Sering kita tidak tahan dengan tingkah polah manusia milenium
Sering kita marah-marah sendiri, tak jelas objek dan titik permasalahan,
saking banyaknya objek yang makin tidak karuan.
Banyak yang keluar dari koridor yang telah dibangun kokoh, menyimpang dari aturan dan tata krama yang telah diatur apik sedemikian rupa
Ketika Islam hanya sebuah status
Ketika aturan agama yang mulia hanya dengar namanya tanpa tahu dan kenal itu apa.
Ketika kebebasan malah menjadi keblabasan
Sungguh kita inginkan perubahan

Janganlah kau buang energimu hanya untuk memaki dan menyalahi
Bukankah lebih berarti jika kau gunakan energimu untuk memperbaiki?
Apa lagi yang kau tunggu?
Apakah kau akan menunggu orang lain yang akanmelakukan itu?
Tak inginkah kau tanya dalam diri,
“Mengapa bukan aku?”
“Jangan-jangan akulah orang itu”
Memang tidak baik menaruh rasa curiga terkecuali kau curiga pada dirimu sendiri
Bahwa mungkin engkaulah agen yang memiliki misi mulia untuk ummat.
Bahwa mungkin engkaulah cahaya yang selama ini dinantikan.
Bukan sepertililin, menerangi tapi ia sendiri meleleh dimakan api.
Namun, sebenar-benarnya cahaya.
Cahaya yang disulut oleh ikatan iman yang takkan padam oleh tiupan kedengkian dan kebencian.
Tahan dari perpecahan, karena kuatnya tameng iman dan persaudaraan .

Bukan berarti yang paling benar
Yang paling pintar
Yang paling suci dan tanpa cela
Bukan.

Tak maksud hati menggurui, hanya ingin berbagi
Untuk terus menyambung mata rantai ilmu agar tak putus dan berhenti lalu mati
Sejatinya kita adalah pembelajar sejati
Masih banyak yang harus dipelajari dan dicari
Ayat dan sabda adalah dasarnya
Alam raya pendukungnya
Dan kita lah pelakunya.

-Nadifa
Kediri, 5 Pebruari 2015




0 komentar:

Posting Komentar