Menjadi Cahaya
Jika engkau merasa bahwa segala yang di sekitarmu gelap
dan pekat,
Tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh
Allah
untuk menjadi cahaya bagi mereka?
berhentilah mengeluhkan kegelapan itu
sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan,
maka berkilaulah!–Salim
A.Fillah
Sering kita mengeluhkan akan
keadaan saat ini.
Sering kita tidak tahan dengan
tingkah polah manusia milenium
Sering kita marah-marah sendiri,
tak jelas objek dan titik permasalahan,
saking banyaknya objek yang makin
tidak karuan.
Banyak yang keluar dari koridor
yang telah dibangun kokoh, menyimpang dari aturan dan tata krama yang telah
diatur apik sedemikian rupa
Ketika Islam hanya sebuah status
Ketika aturan agama yang mulia
hanya dengar namanya tanpa tahu dan kenal itu apa.
Ketika kebebasan malah menjadi
keblabasan
Sungguh kita inginkan perubahan
Janganlah kau buang energimu
hanya untuk memaki dan menyalahi
Bukankah lebih berarti jika kau
gunakan energimu untuk memperbaiki?
Apa lagi yang kau tunggu?
Apakah kau akan menunggu orang
lain yang akanmelakukan itu?
Tak inginkah kau tanya dalam
diri,
“Mengapa bukan aku?”
“Jangan-jangan akulah orang itu”
Memang tidak baik menaruh rasa
curiga terkecuali kau curiga pada dirimu sendiri
Bahwa mungkin engkaulah agen yang
memiliki misi mulia untuk ummat.
Bahwa mungkin engkaulah cahaya
yang selama ini dinantikan.
Bukan sepertililin, menerangi
tapi ia sendiri meleleh dimakan api.
Namun, sebenar-benarnya cahaya.
Cahaya yang disulut oleh ikatan
iman yang takkan padam oleh tiupan kedengkian dan kebencian.
Tahan dari perpecahan, karena
kuatnya tameng iman dan persaudaraan .
Bukan berarti yang paling benar
Yang paling pintar
Yang paling suci dan tanpa cela
Bukan.
Tak maksud hati menggurui, hanya
ingin berbagi
Untuk terus menyambung mata
rantai ilmu agar tak putus dan berhenti lalu mati
Sejatinya kita adalah pembelajar
sejati
Ayat dan sabda adalah dasarnya
Alam raya pendukungnya
Dan kita lah pelakunya.
-Nadifa
Kediri, 5 Pebruari 2015








0 komentar:
Posting Komentar