“Pas tryout ngerjainnya harus
mandiri. Nah, kalo pas UN tolong ya jangan egois.”, ujar teman saya. Bentar-bentar,
ini maksudnya gimana? Egois? Egois yang gimana ni? Oke. Biarkan saya mencoba
menelaah arti kata egois dalam kalimat tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, definisi egois adalah sifat mementingkan diri sendiri. Kalau jangan
egois berarti jangan mementingkan diri sendiri. Mmm.. sepertinya ada bau-bau
yang mengarah pada anjuran untuk gotong-royong dalam ujian ni. Naah, paham saya
sekarang.
Ujian memang rawan dengan
kecurangan. Kecuali jika kejujuran benar-benar telah mendarah daging. Meski
telah tersedia paket soal yang berbeda-beda ditambah pengawas yang menjaga,
tetapi praktik menyontek dan aksi saling tukar jawaban masih bisa saja terjadi.
Kembali ke masalah keegoisan
ketika ujian. Egois adalah sifat yang hendaknya kita hindari. Tapi untuk ujian?
Begitu sebaliknya, tidak berlaku egois sudah sepatutnya kita terapkan dalam
berperilaku sehari-hari. Tapi apa iya tidak berlaku egois ini juga kita
terapkan ketika ujian?
Tidak egois berarti selain
mementingkan diri sendiri juga mementingkan kepentingan orang lain. Ikut turun
tangan dalam proyek orang lain. Ikut turut serta dalam ujian.
Tipe orang berbeda-beda. Ada yang
begini, “Kita masuknya bareng-bareng, keluar juga harus bareng-bareng. Ujian
pun juga dikerjakan dengan bareng-bareng .” Dengan adanya motif seperti
itu, menyontek, membantu teman adalah salah satu cara untuk mencapai target
tersebut. Ada lagi yang seperti ini, “Makan ‘tuh egois. Liat aja, biar tau
rasa lu!” (rasa apa? :D).
Selain ada yang begini juga ada yang begitu, “Kami masuk bersama-sama dan harus lulus bersama-sama. Kami pun juga telah berjuang bersama-sama, berdoa bersama-sama. Tapi bukan berarti ujian juga dikerjakan dengan bersama-sama. Ini penentuan.”
Selain ada yang begini juga ada yang begitu, “Kami masuk bersama-sama dan harus lulus bersama-sama. Kami pun juga telah berjuang bersama-sama, berdoa bersama-sama. Tapi bukan berarti ujian juga dikerjakan dengan bersama-sama. Ini penentuan.”
Lepas dari itu, saya tidak ingin
memutuskan secara sepihak. Saya pun juga tidak ingin menjustifikasi haruskah
atau tidak seharusnya egois saat ujian. Setiap orang punya kepercayaan. Dan
saya kembalikan lagi ke kepercayaan masing-masing.
Jadi, haruskah egois ketika
ujian??








0 komentar:
Posting Komentar