Pages

Senin, 25 November 2013

Gurumu (juga) Surgamu


"Aaarrgghh..!! Sebel gue sama tuh guru. Bawaannya marah-marah mulu. Ngga bisa apa kalo ngga marah sehariii aja." 
"Hasshh.. Tugasnya banyak beneerr. Kami kan udah capek seharian sekolah. Eee, masih aja dikasih tugas. Dasar guru tidak berperikemanusiaan!."
       Tentu kita tidak asing lagi dengan gerutu-gerutu di atas.Atau mungkin kita pernah merasakannya, atau bahkan juga pernah mengucapkannya. (sabaar temaan)
Guru adalah orangtua kedua di sekolah. Tak jauh beda dengan orangtua kandung kita di rumah, sebagai siswa memang sudah kewajiban kita untuk patuh kepada guru-guru kita. Turuti setiap perkataannya (jika itu baik) dan kerjakan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya.

       Tipe guru sangat beragam. Mulai dari yang suuabaarr, sampai yang killer sekalipun. Kebanyakan siswa alergi dengan guru yang terlalu banyak peraturan, yang harus gini, harus gitu, ngga boleh ini, ngga boleh itu. Atau terhadap guru yang menuntut kesempurnaan. 
       Contohnya, kita udah ngerjain tugas yang diberikan guru. Kita mati-matian ngerjain tu tugas, bahkan dibela-belain begadang. Eh, ketika di sekolah, guru kita marah-marah. Kurang inilah, itulah,dan lah lah yang lain. Terus gimana cara kita menghadapi guru macam tersebut? Sabar. Ya, sabar. Sabarlah teman, guru kita berlaku seperti itu karena beliau ingin yang terbaik untuk siswanya. Beliau ingin muridnya mengerti dengan pelajaran yang disampaikan meski dengan cara yang bisa dibilang "kurang pas" untuk siswanya yang mulai beranjak dewasa, yaah seperti kita-kita ini nih.
      Jangan cepat marah, kesal, atau sebal kepada guru kita. Jaga perkataan kita. Jangan sampai kata-kata yang tidak sopan atau lebih parah lagi seperti sumpah serapah terlontar dari mulut kita. Kau ingat siapa yang mengajarimu? Ingat siapa yang memberi tahu sesuatu yang belum kau ketahui teman ? Ingatkah siapa orang yang rela berangkat pagi-pagi meninggalkan keluarga mereka hanya untuk mengajar kita ? 
      Jika doa orangtua kita dikabulkan oleh Allah, insyaAllah doa guru kita juga akan dikabulkan oleh Allah. Jika ridho orangtua adalah ridho Allah, insyaAllah ridho guru, ridho Allah juga. Bukankah kita ingin ilmu yang kita dapatkan diridhoi oleh Allah dan menjadi ilmu yang manfaat dunia akhirat?

Imam Syafi'i pernah berkata, "Keberkahan pengetahuan terletak pada niat dan guru."
Selain itu Syaikh Az Zarnuji juga berkata, "Sesungguhnya para pencari ilmu tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan memperoleh manfaat dari ilmunya kecuali dengan memuliakan ilmu dan ahli ilmu, memuliakan guru dan menghormatinya. Tidak akan sampai kepada tujuan kecuali dengan adab dan tidaklah seseorang jatuh kecuali karena meninggalkan adab."

Dengan adab dan pengabdian yang tulus kepada guru, maka seorang murid akan mendapat keridhoan gurunya dan sekaligus mendapatkan doa dari gurunya.
Semoga ilmu yang kita miliki menjadi ilmu yang barokah dan bermanfaat. Aamiin.

0 komentar:

Posting Komentar