"Bismillah. Mugo-mugo sing tak pilih iki bener tur pener." berangkat ke TPS.
"Shrett" (Suara kertas yang dibuka itu gimana ya?). Ih wow! Banyak B.G.T. Ini siapa itu siapa? Milih calon legislatif itu kaya' metani tumo, satu-satu, diteliti :D.
Tak sedikit yang merasa kebingungan siapa yang harus dipilih. No body knows. Partainya sih kenal, orangnya? Jangan ditanya. Wajah mereka sangat asing bagi kami. Bermacam-macam bentuk wajah, senyuman manis, hingga rentetan gelar yang menghiasi nama mereka.
Kami tidak tahu apa motif mereka mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Benarkah tulus? Atau hanya...simpan saja jawabanmu. Ragam janji kau tawarkan untukku, tapi dalamnya hati siapa yang tahu?
Ya, ya, ya... Mau merah, kuning, hijau, biru, nila, ungu sekalipun yang akan mewarnai daerah hingga ke Senayan, harapannya mereka bisa menjadi pelangi di langit-langit negara kami, baik pagi, siang, maupun sore hari. Asal bukan menjadi pelangi di malam hari. Warna-warni sih, tapi gelap!.
Buat yang nyalon (baca:creambath), nanti kalau sudah tidak lagi menjadi calon jangan sampai seperti kacang lupa kulitnya, orang bepergian lupa dengan rumahnya, dan wakil rakyat yang lupa akan janji-janjinya. Terpenuhinya janjimu bukan hanya kepada mereka yang mendukungmu, bukan pula hanya kepada partai yang menyokongmu, tetapi juga kepada mereka, seluruh rakyatmu. Seluruh itu banyak. Bukan satu atau dua orang saja.
Ingat, kau bisa duduk di kursi empuk dan ruangan ber-AC itu karena rakyatmu yang memilihmu dan percaya padamu. Kelingking ungu ini bukan sekedar bukti bahwa kami telah pergi ke TPS, mengambil kertas suara, dan memasukkannya ke kotak yang telah disediakan, tapi lebih dari itu. Harap kami tak seperti tinta yang menempel di kelingking ini yang dapat hilang meski berangsur-angsur. Harap kami abadi. Semoga.
Bismillah... Blos!! Kertas suara pun bolonglah sudah.








0 komentar:
Posting Komentar