Ya, memang benar. Ada kabar gembira untuk kita semua. Ini bukan
karena kulit manggis kini ada ekstraknya. Bukan. Kabar gembiranya
adalah... Alhamdulillah ya, kita bisa menjalankan puasa dengan lancar.
Ngga cuma itu, ada lagi kabar gembira yang lain. Tau? Ah masak ngga tau?
Ngga usah pura-pura deh... Iya! Iya! Benar! Benar! Pemilihan Presiden.
Sebagai pemilih pemula, ini benar-benar kabar gembira buat saya. Kenapa?
Karena saya akan memilih calon pemimpin yang akan memimpin saya.
(Apa?). Eh, maksudnya pemimpin yang akan memimpin Indonesia.
“Kenapa harus milih? Enakan golput. Ngga pusing, ngga ribet, ngga bingung. Ngikut waelah.”
No! No! No!.
Gini, kalau disuruh milih pasangan, lebih milih sendiri atau dipilihkan?. Jujur. Pun, begitu dengan milih presiden.
Udah
ngga jamannya lagi golput-golputan kayak gitu. Udah bukan waktunya lagi
buat bilang, “Indonesia? Emang gue pikirin?” tapi “Indonesia? Emang gue
pikirin!.”
Well, tulisan ini bukan kampanye, bukan
pula surat terbuka perorangan seperti surat-surat yang pernah beredar
(apalagi surat cinta), yang sempat ramai diperbincangkan. Ini hanya
tulisan bocah cilik yang mencoba untuk melek terhadap nasib negerinya,
melek untuk ikut melihat dan peduli terhadap negeri dimana dia
dilahirkan. Bocah yang ingin “orangtua-orangtuanya” yang sempat
“bercerai” kembali akur dan teman-teman sepermainannya tidak saling adu
jotos dengan komentar yang sinis.
Masa kampanye
telah usai. Ini masa tenang. Mungkin yang kemarin sempat emosi, bahkan
sampai meledak-ledak. Yuk, mari kita tenangkan diri, tenangkan hati.
Jika saling bertemu mari saling memberi senyum kembali.
“Wah, gue di-unfriend sama temen gue. Gara-gara pilihan kami berbeda.” Yuk, mari add friend lagi.
“Wah, gue di-unfoll juga!” Yuk, mari saling follow lagi.
Jangan sampai ada benci yang bercokol dalam hati kita. Jangan pula ada dusta di antara kita.
Dunia
maya yang mempertemukan kita, tapi jangan sampai dunia maya pula yang
memisahkan kita di dunia nyata. Dunia kita sebenarnya.
Tentu kita ingin mendengar kabar gembira.
Kabar
gembira untuk kita semua. Jika yang terpilih nanti adalah pilihan kita.
Jika toh bukan, itu kabar gembira juga. Presiden kita ganti.
Kabar gembira untuk kita semua. Jika presiden yang terpilih, tidak lupa akan janji-janjinya.
Kabar gembira untuk kita semua. Jika visi dan misi mereka bisa terealisasikan.
Kabar gembira untuk kita semua. Jika ada temen kita yang udah bisa move on.
"Mau
salam satu jari atau mau salam dua jari itu terserah kalian. Nggak usah
pada ribut ya.. Kalau aku maunya #SalamLimaJari mu dengan wali
nikahku." Okee gaess.. Jangan lupa 9 Juli 2014. Jangan lupa juga untuk
foto selfie dengan kelingking yang bertinta. :D
Semoga nantinya terpilih pundak yang mampu mengemban amanah ini.
Pak Prabowo naik kuda, di jalan ketemu Pak Jokowi.
Cukup sekian dari saya. Maaf dan terimakasih.








0 komentar:
Posting Komentar