Pages

Jumat, 13 Desember 2013

Muhammad Al Fatih; The Conqueror of Konstantinopel

          Sultan Muhammad II (Muhammad Al Fatih) adalah penguasa Turki Utsmani yang berhasil menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium pada usia 21 tahun. Dia dikenal sebagai pemimpin Islam yang visioner, kuat, dan tawadhu.
          Muhammad Al Fatih adalah sosok yang ahli dalam bidang militer, sains, matematika, dan ia juga mengusai 6 bahasa. Keberhasilannya menaklukkan Konstantinopel, gaya kepemimpinan serta taktik dan strategi perang membuat lawan dan kawan mengaguminya.
          Muhammad Al Fatih lahir pada tanggal 20 April 1429, bertepatan dengan tanggal 28 Rajab 833 H. Dia adalah putra ketiga Sultan Murad II. Dia memiliki guru-guru yang sangat luar biasa, diantaranya adalah Syekh Syamsuddin dan Syekh Ahmad Al-Kurani. Beliaulah yang memberikan pelajaran, dan motivasi bahwa kelak dialah yang akan mengusai Konstantinopel. Dari mereka pula Muhammad Al Fatih menguasai ilmu pengetahuan, seperti ilmu agama, bahasa, keterampilan fisik, geografi, falak, dan sejarah.

          Muhamamd Al Fatih sangat gemar membaca biografi tokoh-tokoh besar, seperti Kaisar Agustus, Konstantin Agung, Theodius Agung, dan Timur Lenk. Namun secara pribadi, dia sangat terkesan dan kagum dengan sosok Alexander Agung dari Makedonia.
          Ketika menjabat sebagai sultan, Muhammad Al Fatih melanjutkan keinginannya untuk menaklukkan Konstantinopel. Keinginan ini dia jadikan sebagai visi terbesar dalam pemerintahannya. Sebagai pemimpin yang sejak kecil telah mempelajari Al Qur'an dan Sunnah, dia terinspirasi oleh hadits yang berisi ramalan Rasulullah tentang penaklukkan Konstantinopel.
Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.
Muhammad Al Fatih membaca dan mempelajari berulang-ulang hadits tersebut. Ia ingin mewujudkan ramalan hadits ini dan menaklukkan kota yang menjadi simbol kejayaan Kristen Ortodok itu. Syekh Syamsuddin memberikan isyarat kepadanya bahwa orang yang dimaksudkan dalam hadits adalah dirinya.
          Sejarah mencatat bahwa ramalan Rasulullah menajdi kenyataan. Konstantinopel mampu ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih. Setelah menaklukkan, Muhammad Al Fatih mengubah mengubah nama Konstantinopel menjadi Istanbul. Selain membangun Istanbul menjadi ibu kota yang indah, dia juga menjadikannya sebagai bandar ekonomi yang paling sibuk.
          Muhammad Al Fatih meninggal pada 4 Mei 1481 karena penyakit yang menyerangnya dan dimakamkan di Istanbul. Dia adalah pemuda sekaligus pemimpin yang saleh dan taat dalam menjalankan ibadah. Sejak muda hingga wafat, da tidak pernah meninggalkan shalat wajib dan shalat sunnah, seperti Tahajud dan Rawatib. Subhanallah.

Sumber: Encyclopedia of Islam Civilization - Istanbul
         

0 komentar:

Posting Komentar