Pages

Kamis, 28 Agustus 2014

Pesan dari Tuhan

Pesan dari Tuhan
Oleh Salman Faridi

Setiap saat mengandung seratus pesan dari Tuhan;
Pada setiap sekali seruan, “Oh Tuhan.”
Ia menjawab seratus kali, “Aku disini.”
-Rumi dalam Matsnawi

Pernahkah kita mendengarkan pesan Tuhan? Mungkin pernah-sekali, atau bahkan tidak pernah sama sekali. Pesan Tuhan sepertinya tersembunyi di nun-tak terjangkau-jauh. Namun, ia sesungguhnya begitu dekat. Saking dekatnya, jaraknya tidak lebih jauh daripada urat nadi kita sendiri.
Hanya, bagaimana cara kita mendengarkan pesan Tuhan? Bagaimana cara kita mempersempit jarak komunikasi dengan-Nya?
Jangan khawatir! Ada banyak cara untuk merasakan keakraban Tuhan. Datangi orang miskin, sayangi mereka, sebab Allah bersama mereka dan menjadi teman duduk orang miskin. Temui Allah pada sepertiga malam, saat yang sangat khusus sehingga tercipta kesempatan bagi Allah melayani hamba-Nya satu per satu.

Lalu, dimana letak kesulitan jika Allah yang Maharahman, terus menerus menaburkan kasih sayangNya kepada setiap hambaNya? Dimana letak keputusasaan ketika Allah membuka pintu kasih sayangNya lebar-lebar? Dimana letak kesengsaraan jika Allah yang Mahakaya menghamparkan rezekinya yang begitu tak terbatas buat kita? (Mari bersama gelengkan kepala) Tidak! Hampir dipastikan tidak ada. Tidak ada satu pun yang akan kita terima dan kita namai sebagai kesulitan jika stok syukur dan husnudzan terhadapNya senantiasa penuh 100%.

Kesulitan, tantangan, keruwetan, hambatan, semua hanyalah anak tangga untuk tumbuh dewasa dan sukses. Kita bukan anak kecil yang harus selalu diberi manisan, dijauhkan dari bahaya, dimudahkan, dan berada dalam zona nyaman. Sebaliknya, kita menjadi dewasa karena diberikan pilihan. Sedih, senang, sulit, mudah, mengeluh, berlapang dada, semuanya adalah pilihan-pilihan yang kita ambil secara sadar.
Layaknya bilangan biner (nol dan satu), semua hal yang ada di dunia ini-disini-berpasang-pasangan. Tidak ada kesulitan tanpa kemudahan, tidak ada kesedihan tanpa kebahagiaan, dan tidak ada kerugian jika tidak ada keuntungan. Bahkan, dalam rasa kasih sayangNya yang begitu besar, Allah menambahkan “varian” kemudahan yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan satu kesulitan yang kita hadapi. Tentu saja, kunci menemukan kekuatan kasih sayang Allah ini, tidak akan begitu mudah didapat jika semua indra yang kita milliki tersumbat.

Buka satu indra lagi! Dengarkan pesan Tuhan melalui hati, tajamkan penglihatan kita, dan lihatlah dengan mata hati, niscaya kita temukan Allah berseru girang, “Hambaku, Aku disini. Mintalah! Karena Aku teramat malu meninggalkan kedua belah tanganmu yang terbuka-meminta-kepadaKu, lalu ku tinggalkan tanpa sesuatu pun. Hambaku, Aku disini. Jangan bersedih dan putus asa. Hadapi hidup dengan gembira karena Aku tidak mungkin membiarkanmu larut dalam kesulitan. HambaKu, Aku disini. Aku disini...

0 komentar:

Posting Komentar