Pesan dari Tuhan
Oleh Salman Faridi
Setiap saat mengandung seratus pesan dari Tuhan;
Pada setiap sekali seruan, “Oh Tuhan.”
Ia menjawab seratus kali, “Aku disini.”
-Rumi dalam Matsnawi
Pernahkah
kita mendengarkan pesan Tuhan? Mungkin pernah-sekali, atau bahkan tidak
pernah sama sekali. Pesan Tuhan sepertinya tersembunyi di nun-tak
terjangkau-jauh. Namun, ia sesungguhnya begitu dekat. Saking dekatnya,
jaraknya tidak lebih jauh daripada urat nadi kita sendiri.
Hanya, bagaimana cara kita mendengarkan pesan Tuhan? Bagaimana cara kita mempersempit jarak komunikasi dengan-Nya?
Jangan
khawatir! Ada banyak cara untuk merasakan keakraban Tuhan. Datangi
orang miskin, sayangi mereka, sebab Allah bersama mereka dan menjadi
teman duduk orang miskin. Temui Allah pada sepertiga malam, saat yang
sangat khusus sehingga tercipta kesempatan bagi Allah melayani hamba-Nya
satu per satu.
Lalu, dimana letak kesulitan jika Allah
yang Maharahman, terus menerus menaburkan kasih sayangNya kepada setiap
hambaNya? Dimana letak keputusasaan ketika Allah membuka pintu kasih
sayangNya lebar-lebar? Dimana letak kesengsaraan jika Allah yang
Mahakaya menghamparkan rezekinya yang begitu tak terbatas buat kita?
(Mari bersama gelengkan kepala) Tidak! Hampir dipastikan tidak ada.
Tidak ada satu pun yang akan kita terima dan kita namai sebagai
kesulitan jika stok syukur dan husnudzan terhadapNya senantiasa penuh
100%.
Kesulitan, tantangan, keruwetan, hambatan, semua
hanyalah anak tangga untuk tumbuh dewasa dan sukses. Kita bukan anak
kecil yang harus selalu diberi manisan, dijauhkan dari bahaya,
dimudahkan, dan berada dalam zona nyaman. Sebaliknya, kita menjadi
dewasa karena diberikan pilihan. Sedih, senang, sulit, mudah, mengeluh,
berlapang dada, semuanya adalah pilihan-pilihan yang kita ambil secara
sadar.
Layaknya bilangan biner (nol dan satu), semua hal yang ada
di dunia ini-disini-berpasang-pasangan. Tidak ada kesulitan tanpa
kemudahan, tidak ada kesedihan tanpa kebahagiaan, dan tidak ada kerugian
jika tidak ada keuntungan. Bahkan, dalam rasa kasih sayangNya yang
begitu besar, Allah menambahkan “varian” kemudahan yang jauh lebih
banyak dibandingkan dengan satu kesulitan yang kita hadapi. Tentu saja,
kunci menemukan kekuatan kasih sayang Allah ini, tidak akan begitu mudah
didapat jika semua indra yang kita milliki tersumbat.
Buka
satu indra lagi! Dengarkan pesan Tuhan melalui hati, tajamkan
penglihatan kita, dan lihatlah dengan mata hati, niscaya kita temukan
Allah berseru girang, “Hambaku, Aku disini. Mintalah! Karena Aku teramat
malu meninggalkan kedua belah tanganmu yang terbuka-meminta-kepadaKu,
lalu ku tinggalkan tanpa sesuatu pun. Hambaku, Aku disini. Jangan
bersedih dan putus asa. Hadapi hidup dengan gembira karena Aku tidak
mungkin membiarkanmu larut dalam kesulitan. HambaKu, Aku disini. Aku
disini...








0 komentar:
Posting Komentar