Alhamdulillah..
Ujian hari ini ditutup dengan Ekonomi-Akuntansi.
Ujian hari ini diakhiri dengan hamdalah.
UAM dan UAMBN lewatlah sudah. Ternyata 10 hari bukanlah waktu yang lama, jika kita melewatinya dengan hati yang lapang. Ada sisa cerita dan pelajaran dalam laga 10 hari itu.
UAM dan UAMBN 10 hari yang lalu bikin ngeh banget. Mulai dari peserta ujian hingga pengawas.
Aksi para peserta ujian bikin gemess! Ada aja kode yang dipakai. Mulai dari deheman, ketukan jemari, hingga aksi saling tunjuk, 1 untuk a, 2 untuk b, dan seterusnya. Dan ada pula yang menggunakan rautan pensil sebagai media penyaluran kunci jawaban. Haha, kreatif juga cara antum. Ada pula yang belajar ketika ujian. Saya ulangi ketika ujian (saya tidak bilang nyontek, atau "ngerepek" lo ya). Iya, emang sebelum ujian belajar dulu, tapi ngga on the spot juga kale :D.
Lain peserta lain pengawas. Ada pengawas yang longgar, ada pula pengawas yang ketat. Kalau dapat pengawas yang longgar, syukuur bangett. Kalau dapat yang rada killer, sabarr bangett.
Sebenarnya tak perlu risau siapa yang bakal mengawasi. Bukankah kita punya pengawas yang setia? Malaikat Raqib dan Malaikat Atid, dan satu lagi, pengawas kedua malaikat itu, Allah SWT.
Jika setiap siswa dan guru paham akan hal itu, ujian ngga perlu pake pengawas. Serahkan semua padaNya. Jujur itu mudah, tapi kenapa jadi sulit? Itu karena udah biasa bohong. Menyontek hal yang sepele, lha wong cuma lirikan dan pandangan pada selembar kertas aja lo. Eee.. sepele sih sepele tapi jangan dianggap sepele. "Barangsiapa berbuat curang, maka bukan golongan kami. (HR. Muslim)". Nah loh, kalau bukan golongannya Rasul, golongan siapa dong?.
Setelah menyontek rasanya lega gitu ya, lembar jawaban jadi penuh terisi. Asyiikk, bisa langsung dikumpulkan nih. Silahkan, tapi percaya dengan jawaban temenmu itu? Yakin? Beneran?
"Nyonto iku dosane mesti, benere mbuh-mbuhan. Mending, nggarap dewe senajan ngawur. Terus ndungo o, mugo-mugo jawabanmu iku bener." ucap Pak Gatot, salah satu pengawas ujian.
Masih ngeles juga?
"Kasihan temen yang belum penuh lembar jawabannya. Yaah, itung-itung bantu temen yang lagi kesusahan". Semua ada tempatnya. Tempatkan sesuai dengan tempatnya. Letakkan kebaikan sesuai dengan letaknya. Membantu teman itu baik, baik banget malah. Tapi ya liat-liat membantu dalam hal apa. Baik atau buruk. Manfaat atau maksiat. "Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam berbuat maksiat kepada Al Khaliq. (HR. Bukhari&Muslim)". Jangan menambah-nambah pekerjaan Malaikat Atid, hanya untuk mencatat amal buruk kita yang selama ini dianggap wajar-wajar saja.
Nah, itu sekelumit cerita selama perjalanan UAM dan UAMBN.
UAM dan UAMBN emang udah say goodbye, lah ganti si UN yang say hello.
Semoga kita selalu doberi keistiqomahan dalam belajar dan beribadah padaNya aamiin.
(Belajar sambil count down UN) :D








0 komentar:
Posting Komentar