Pages

Rabu, 01 Januari 2014

Rebo Wekasan dan Tahun Baru



Rebo Wekasan. Dalam bahasa Jawa, Rebo berarti Rabu dan Wekasan berarti akhir, terakhir. Masyarakan jawa meyakini bahwa Tuhan akan menurunkan bala, malapetaka, dan semua hal-hal yang buruk pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar. Untuk menolak bala, mereka melakukan ritual yang disebut dengan lidafil bala. Mereka melakukan sholat 4 rokaat dan ritual-ritual yang lain. Tak disangka-sangka, rebo wekasan jatuh pada tanggal 1 Januari 2014. Lepas dari keyakinan masyarakat Jawa, jika dikaitkan antara malapetaka dan tahun baru memang ada hubungannya.
Pergantian tahun identik dengan hura-hura, nyanyi-nyanyian, dan pesta kembang api di berbagai pusat kota. Ratusan, ribuan, bahkan jutaan  manusia baik laki-laki maupun perempuan tumpah ruah bercampur menjadi satu. Mereka rela berjubel-jubel ria, kehujanan demi menjadi salah satu saksi dari jutaan pasang mata untuk menyaksikan prosesi pergantian tahun. Ada tetangga ane nih berangkat dari rumah sejak pukul 6 sore, padahal acara kembang apinya pukul 12 malam. Ckckc… segitu semangatnya. Coba kalau pas adzan semangat juga buat pergi ke masjid. Atau ketika si muadzin masih check microphone, sudah melesat cepat ke masjid. Atau malah ketika udah masuk waktu sholat situ yang adzan, Subhanallah… Ada lagi nih, orang-orang yang rela begadang sampe Subuh hanya untuk nungguin yang namanya tahun baru. Sebenarnya apa sih yang ditunggu? Terus kalau udah datang, ngasih apa? Kita dapat apa? Mubadzir waktu. Mubadzir uang.
Tahun baru tidak bisa tidak menjadi salah satu ajang maksiat. Minum-minuman keras, war wer ngalor ngidul ngga jelas. Setuju banget dah sama peraturan yang diberlakukan di Aceh, yakni menutup semua tempat wisata, atau titik-titik yang berpeluang untuk dijadikan tempat perayaan tahun baru. Jempol daah. Ngga cuma oplosan, tahun baru juga dibuat kesempatan bagi muda mudi, apalagi yang udah punya pacar, wessehh.. boncengan rapat, gandengan erat, di bawah rinai hujan sambil nonton kembang api, ciiee.. so sweet (katanya). Mereka ngga sadar kalau setan yang terus mbuntutin mereka tertawa sambil loncat kegirangan. “Hahaha… Berhasil, berhasil, berhasil , horeee!!” (lo kira dora).  Jadi buat yang jomblo nih, bersyukurlah, Allah masih sayang kalian.
Daripada ngrayain tahun baru yang ngga-ngga mending yang iya-iya. Bermuhasabah diri. Introspeksi diri. Nge-review setahun silam.
Kira-kira di tahun 2013 lebih banyak manfaat ke orang lain atau malah sering menyakiti orang lain?
Banyak menebar kebaikan atau kejelekan?
Prestasi kita? Masih gitu-gitu aja?
Sholat kita? Masih bolong-bolong ngga?
Tahajud kita? Sudahkah kita bangun malam untuk bermesraan dengan-Nya?
Dhuha kita gimana? Lupa. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan kita.
Sedekahnya? Masih recehan juga?
Orang tua kita?
Tahun baru pasang target baru.
Niat yang baru.
Dan action yang baru juga.
Go! Go! Go!
Untuk masalah rebo wekasan, apapun itu, ingat! Hanya Allah sebaik-baik pelindung.
Semoga keberkahan senantiasa menanungi kita. Aamiin.
Salam sukses!
Welcome 2014!

0 komentar:

Posting Komentar